Teras rumah adalah area pertama yang menyambut siapa pun yang datang ke rumah. Menata teras rumah dengan tepat bisa bertransformasi menjadi oase yang memanjakan mata dan menyejukkan jiwa. Jika dikelola dengan penuh perhatian, teras bisa berubah menjadi wajah rumah yang estetik, nyaman, dan mencerminkan karakter pemilik rumah.
Tidak hanya dengan menaruh pot tanaman saja, menata teras rumah juga harus dirancang untuk menciptakan harmoni antara ruang, arsitektur, cahaya, dan elemen hijau.
Mengapa Tanaman Penting untuk Teras Rumah?
Tanaman memiliki kemampuan alami untuk “menghidupkan” ruangan. Secara psikologis, warna hijau tanaman dapat membantu menurunkan kadar stres setelah seharian beraktivitas. Selain itu, tanaman juga dapat menyaring debu dan meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah.
Dari sisi visual, teras rumah dengan tanaman terlihat lebih berkarakter dibandingkan dengan penampangan teras yang kosong. Apapun bentuk konsep desain rumah, semuanya bisa tampil lebih menarik jika tanaman ditata dengan tepat.

Kenali Karakter Teras Sebelum Menata
Langkah awal sebelum menata teras rumah adalah memahami kondisi ruang itu sendiri. Perhatikan beberapa hal berikut:
- Ukuran teras: Teras sempit membutuhkan tanaman yang ringkas dan tidak terlalu rimbun.
- Arah cahaya: Apakah teras mendapat sinar matahari langsung atau cenderung teduh?
- Fungsi teras: Sekadar area transisi atau juga tempat santai di sore hari?
Dengan mengenali karakter teras, kesalahan umum seperti memilih tanaman yang terlalu besar atau tidak sesuai dengan pencahayaannya dapat dihindari.
Pilih Tanaman yang Tepat dan Mudah Dirawat
Agar teras tetap estetik dan tidak repot merawat tanamannya, pilih yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan gaya hidup. Beberapa pilihan populer untuk teras rumah antara lain:
- Tanaman daun seperti monstera, calathea, atau aglaonema untuk kesan modern dan rapi.
- Tanaman gantung seperti sirih gading atau lili paris agar ruangan menjadi hemat.
- Tanaman berbunga seperti bougenville atau kembang sepatu mini agar lebih berwarna.
Untuk memilihnya, hindari terlalu banyak jenis tanaman sekaligus. Fokus pada 2–3 jenis utama saja agar tampilan teras tetap harmonis dan tidak terasa penuh. Perhatikan juga pot atau wadahnya mulai dari warna, bentuk, jenis material potnya agar tetap terlihat rapi dan berkelas menyesuaikan dengan konsep desain rumah.
Baca Juga: Cara Memilih Tanaman untuk Halaman Rumah agar Serasi
Bermain dengan Ketinggian dan Susunan(Leveling)
Salah satu kesalahan umum saat menata teras rumah adalah meletakkan semua pot sejajar di lantai. Ini membuat teras terlihat padat dan “berat” di bawah. Kombinasikan beberapa elemen berikut:
- Pot besar di lantai sebagai fokus utama
- Gunakan rak bertingkat dengann rak kayu atau besi.
- Gantung tanaman seperti String of Pearls atau Sirih Gading di langit-langit teras.
Teknik ini dapat membuat teras tampak lebih dinamis dan berlapis, meskipun teras memiliki lahan yang terbatas.
Padukan dengan Elemen Pendukung “Hardscape”
Agar teras dengan tanaman semakin hidup, Tambahkan elemen pendukung, seperti: Kursi vintage santai atau bangku kecil, Meja Kopi, Lampu taman dengan cahaya yang hangat atau batu alam putih Elemen-elemen ini akan memberikan tekstur tambahan yang memperkuat kesan alami dan membuat teras tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga fungsional.
Teras Estetik, Rumah Pun Terasa Lebih Hidup
Dengan pendekatan yang tepat, menata teras rumah menggunakan tanaman bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tidak perlu mahal atau rumit yang terpenting adalah keselarasan antara tanaman, ruang, dan gaya rumah.
Teras yang tertata rapi akan mempercantik tampilan luar dan memberikan energi positif setiap kali pulang ke rumah. Mulailah dari langkah kecil, dan biarkan tanaman bekerja menciptakan keindahan teras rumah secara alami.






