Dalam aritektur, aspek fungsional tidak berdiri sendiri, tetapi sering dipadukan dengan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Salah satu elemen yang kerap menjadi perhatian adalah penempatan kloset di dalam kamar mandi. Meski teknologi dalam hal sanitasi telah berkembang pesat, prinsip adab dari sunnah Nabi Muhammad tetap relevan digunakan sebagai dasar pertimbangan atau acuan perancangan desain.
Ajaran-ajaran seperti ini sangat memperhatikan kebersihan, kesopanan, dan kehormatan manusia. Namun, bagaimana dengan pemasangan kloset (WC) di kamar mandi modern? Apakah ada aturan khusus dalam sunnah?
Dalam Islam, adab terkait buang hajat memang diatur cukup rinci dalam hadis-hadis Nabi Muhammad. Namun, perlu diluruskan tidak ada aturan secara spesifik dalam sunnah yang secara langsung membahas “posisi pemasangan kloset” seperti sekarang ini. Yang ada adalah prinsip arah dan adab saat buang hajat.
Berikut penjelasan yang relevan untuk konteks pemasangan WC modern
1. Larangan Menghadap atau Membelakangi Kiblat
Salah satu prinsip utama dalam adab buang hajat adalah larangan menghadap atau membelakangi kiblat. Dalam beberapa hadis sahih, Nabi Muhammad bersabda agar tidak menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat.
Pada ruang terbuka, larangan ini bersifat tegas, sedangkan pada ruangan yang tertutup (kamar mandi modern), terdapat perbedaan pendapat para ulama:
- Ada yang melonggarkan (boleh) karena adanya pembatas(dinding)
- Sebagian lainnya tetap menganjurkan untuk menghindarinya sebagai bentuk kehati-hatian
Disarankan agar memasang kloset usahakan posisi duduk atau jongkok tidak tepat menghadap atau membelakangi kibilat secara langsung.Jika kondisi ruang terbatas, penyesuaian kecil seperti rotasi posisi duduk dapat menjadi solusi tanpa mengorbankan fungsi ruang.
2. Tipologi Kloset: Jongkok vs Duduk
Dari sudut pandang sunnah, dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad buang hajat dengan posisi jongkok. Oleh karena itu, kloset jongkok sering dianggap lebih mendekati sunnah.
Dari sisi kesehatan, posisi jongkok juga dinilai lebih alami dan membantu proses buang air menjadi lebih optimal atau lancar. Namun, kloset duduk tetap diperbolehkan, terutama bagi lansia atau pengguna dengan yang memiliki kondisi tertentu, selama tetap menjaga adab.
Dalam arsitektur, menggunakan kloset jongkok cenderung lebih efisien secara ruang, dan mendukung posisi alami tubuh. Sedangkan kloset duduk, biasanya sangat umum digunakan di hunian modern, bahkan bisa dimodifikasi (misalnya dengan footstool) untuk mendekati posisi jongkok.
Jadi, pemilihan jenis kloset dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, namun tetap mempertimbangkan aspek ergonomi, adab, dan nilai yang ingin dihadirkan dalam ruang.
3. Menjaga Aurat dan Privasi
Privasi merupakan prinsip yang sangat penting dalam desain kamar mandi. Sunnah menekankan tempat kamar mandi harus tertutup, tidak terlihat oleh orang lain, dan tidak berbicara saat buang hajat. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga aurat dan kehormatan.
Dalam desain kamar mandi:
- Area kloset sebaiknya tidak langsung terlihat dari pintu
- Gunakan sekat atau pembagian zona (wet dan dry area)
- Hindari visual exposure dari ruang publik
Melakukan pendekatan ini akan meningkatkan kenyamanan pengguna.
4. Memperhatikan Tata Letak Kamar Mandi
Dalam desain rumah modern, WC sering digabung dengan kamar mandi. Tidak ada larangan khusus dalam Islam mengenai hal ini, namun ada beberapa adab tambahan yang perlu diperhatikan:
- Memisahkan area bersih dan kotor jika memungkinkan
- Tidak menghadap langsung ke arah tempat ibadah
- Menjaga kebersihan agar tetap suci dan nyaman digunakan
Walaupun ini bukan kewajiban syariat, pendekatan ini mencerminkan bahwa untuk menjaga keseimbangan antara fungsi dan nilai spiritual.
Baca juga: Rekomendasi Kamar Mandi Minimalis yang Mewah dan Estetik
Menyatukan Fungsi, Etika, dan Nilai Spiritual yang Nyaman dan Bermakna
Dalam perancangan desain, penerapannya tidak hanya dilihat dari estetika dan fungsionalnya saja, tetapi juga diperhatikan dari aspek nilai-nilai dan prinsip. Sunnah memberikan aturan strategis yang bersifat tidak kaku, melainkan fleksibel dan kontekstual.
Kamar mandi tetap dapat dirancang menjadi ruang yang tetap modern dan bermakna, tanpa kehilangan nilai dan fungsionalitasnya. Intinya sederhana, bagaimana ruangan itu nyaman dipakai, tetap bersih, dan tidak melanggar adab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
Mulai dari posisi kloset yang dibuat tidak terlalu “terbuka”, ada sekat agar privat, kloset yang disesuaikan dengan kenyamanan pengguna, dan tata letaknya yang tidak menyulitkan saat dipakai atau dibersihkan. Hal-hal kecil seperti ini justru yang paling terasa dalam penggunaan sehari-hari.







