11 January 2025

Jangan Salah Pilih! Kenali Macam-Macam Genteng Rumah Ini

macam macam genteng rumah

Genteng rumah atau atap rumah bisa diibaratkan sebagai mahkota untuk keindahan rumah, indah atau tidaknya tampilan desain sebuah rumah juga bergantung pada penataan desain, model, atau bentuk dari genteng itu sendiri. Saat ini, ada banyak sekali macam-macam genteng rumah yang tersedia di pasaran, mulai dari bentuk, bahan baku, kualitas, hingga pilihan warna yang bervariasi.

Berikut adalah beberapa material genteng yang mungkin bisa dipilih untuk rumah:

1. Genteng Tanah Liat (Genteng Kodok)

Genteng kategori ini terbuat dari tanah liat yang ditekan/dipress. Kemudian dipanaskan menggunakan bara api dengan suhu panas yang tinggi. Daya tahannya sangat kuat. Untuk pemasangan, diperlukan teknik pemasangan kunci/kaitan genteng pada rangka penopang.

Kelebihan dari genteng tanah liat adalah harganya relatif murah, mempunyai beban yang ringan sehingga bisa meminimalisir beban atap, dan memiliki kuat tekan sehingga dapat diinjak. Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah. Jenis genteng ini perlu dilapisi cat atau glasur agar tidak berjamur atau berlumut. Untuk pemasangannya dilakukan zigzag dengan sistem sambungan inlock.

2. Genteng Metal (Genteng Logam)

Genteng ini memiliki ukuran yang lebih besar dari genteng tanah liat, yaitu sekitar 60-120 cm, dengan ketebalan 0,3 mm. Pemasangannya tidak jauh beda dengan genteng tanah liat. Karena memiliki ukuran yang lebih lebar maka dapat mempercepat waktu pemasangan pada rumah.

Genteng jenis ini biasanya memerlukan sekrup untuk pemasangannya agar tidak mudah terbawa angin karena bobotnya yang ringan. Pilihan warna genteng metal yang tersedia sangat variatif dan menarik. Kombinasi warna atap dan dinding fasad bangunan dapat menciptakan harmoni warna yang menarik.

Keunggulan dari genteng metal adalah mudah dan cepat dalam pemasangan, hemat material karena bentangnya yang lebih lebar, dilapisi bahan anti karat, menggunakan bahan anti pecah jadi lebih aman dari kebocoran, teknologi baru yang membuat genteng tidak menimbulkan panas dan tidak mudah terbakar, selain itu di lapisi bahan anti lumut sehingga tidak perlu khawatir untuk mengecat ulang. Perlu diperhatikan dalam pemasangannya, karena jika tidak rapi maka akan sangat tidak indah untuk dilihat.

3. Genteng Aspal

Material genteng yang satu ini bersifat solid namun tetap ringan, terbuat dari campuran lembaran bitumen(turunan aspal) dan bahan kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasaran. Pertama, model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka, dan kedua, model bergelombang yang pemasangannya cukup di sekrup pada balok gording.

Kelebihannya adalah ringan 1/6 dari berat genteng beton atau keramik, bisa digunakan untuk kemiringan genteng 22,5 sampai 90 derajat, mudah dan praktis dalam pemasangannya, tahan terhadap api dan mampu menahan tekanan angin, memiliki pilihan warna dan di lindungi lapisan anti jamur dan anti pudar. Sedangkan kelemahannya adalah pada harganya yang relatif mahal.

4. Genteng Kaca

Genteng ini dipakai agar sinar matahari dapat masuk ke dalam ruangan secara langsung sehingga menghemat konsumsi listrik untuk penerangan. Materialnya terbuat dari kaca dan mempunyai bentuk yang terbatas sehingga kompatibel/sesuai dengan beberapa jenis genteng tertentu saja.

Keunggulannya adalah bahan yang bersifat transparan, bisa memberikan pencahayaan alami masuk ke dalam rumah, kaca memiliki kesan modern sehingga cocok dipadukan dengan rumah bergaya modern dan minimalis. Bahannya yang mudah pecah, jika penggunaannya berlebihan, akan berakibat meningkatkan suhu ruangan dibawahnya.

5. Genteng Keramik

Genteng ini dibuat dari bahan keramik dengan lapisan warna pada bagian atasnya. Kelebihan dari genteng ini adalah lebih tahan lama dan kuat menahan beban manusia, warna lebih tahan lama karena diproses dengan pembakaran dengan suhu 1100c. Sistem interlock yang memungkinkan adanya celah untuk mengaitkan sehingga lebih stabil.

Diperlukan ketelitian pada saat pemasangan reng sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam rumah. Selain itu, Kemiringan atap minimum 30° agar air hujan dapat mengalir sempurna dan genteng tidak dapat terlepas ketika di terpa angin (jika dipasang pada sudut kemiringan 45°–60°). Perlu bantuan baut ketika memasangnya agar genteng tidak terlepas dan lebih kuat.

6. Genteng Beton

Genteng ini terbuat campuran pasir, semen, kerikil, dan bahan aditif. Bentuknya bergelombang dan ada juga yang datar(cocok dengan gaya arsitektur rumah yang modern dan minimalis). Perlu adanya penyesuaian bentuk atap yang lebih sederhana.

Keunggulannya adalah kuat dan tahan lama serta daya tahan terhadap tekanan tinggi dan tidak mudah goyah oleh angin.  Teksturnya kasar dan mudah timbul lumut pada permukaannya.

Setiap jenis genteng rumah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Genteng tanah liat cocok untuk rumah tradisional dengan biaya terjangkau, genteng metal pas untuk hunian modern yang praktis, sementara genteng beton dan keramik unggul dalam ketahanan jangka panjang. Bagi Anda yang menginginkan pencahayaan alami, genteng kaca bisa jadi pilihan tepat.

Pilih Genteng Rumah Terbaik Sesuai Kebutuhan

Setiap jenis genteng rumah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Genteng tanah liat cocok untuk rumah tradisional dengan biaya yang terjangkau, genteng metal pas untuk hunian modern yang praktis, sementara genteng beton dan keramik unggul dalam ketahanan jangka panjang. Bagi yang menginginkan pencahayaan alami dan hemat dalam menggunakan listrik, genteng kaca bisa menjadi pilihan yang tepat.

Bagikan:

Informasi & Wawasan lainnya:
Konsultasikan Rumah Impian Bersama Arsitek Hijau!




    cth:081234567890



    cth:email@gmail.com